INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 
  •  Menuju Agribisnis Yang Bermartabat 
  •  Grobogan Hebat 
  •  Menuju Indonesia Unggul 

Panen Raya Jagung ,Bupati Grobogan Minta Pemerintah Jangan Impor

Rabu, 30 Januari 2019

Panen Raya Jagung, Bupati Grobogan Minta Pemerintah Jangan Impor

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI Agung Hendriadi melangsungkan panen jagung di Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kamis (31/1/2019). Ikut mendampingi bupati, pimpinan FKPD, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto, dan sejumlah pejabat terkait. Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan agar pemerintah tidak melakukan impor jagung untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak. Sebab, data Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, hingga tiga bulan mendatang ada panen jagung seluas 43.404 hektar. Rinciannya, pada Januari terdapat 2.361 hektar, Februari ada 24.508 hektar, dan Maret seluas 16.535 hektar dengan hasil panen sekitar 269.104,8 ton. Dengan kondisi ini, bupati meminta agar pemerintah pusat, dalam hal ini Bulog maupun Menteri Perdagangan untuk membatalkan rencana impor tersebut. Dengan demikian, para petani bisa menikmati hasil panen dengan harga yang bagus. “Saat ini harga jual jagung masih cukup bagus untuk petani, yakni kisara Rp 5.200 per kilo. Selama ini juga Kabupaten Grobogan sudah menjadi lumbung pangan dan menjadi suplai untuk kebutuhan Jateng maupun Nasional. Oleh sebab itu, kalau bisa jangan impor jagung,” katanya. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI Agung Hendriadi juga sependapat dengan bupati. Ia mengatakan, selama ini suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan dinilai cukup bagus dan sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. “Kalau sudah menghadapi panen seperti ini maka tidak perlu impor lagi. Pada kisaran dua minggu kedepan bisa mencapai kebutuhan. Jadi impor tidak perlu lagi asal hasil panen petani baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, secara prinsip Kabupaten Grobogan siap menyediakan suplai jagung untuk kebutuhan Jateng maupun Nasional. Dijelaskan, pada Januari hingga Maret nanti ada 43.404 hektare sawah jagung yang dipanen. “Saat ini sudah memasuki puncak panen di Grobogan dan beberapa daerah lain. Petani Grobogan ini sudah bersusah payah, biarkan mereka menikmati hasil panen saat ini dengan harga masih tinggi. Kalau ada impor, sudah pasti harga jual jagung akan turun dan itu merugikan petani,” jelasnya. Menurut Edhie, produksi jagung di Kabupaten Grobogan menyumbang 29,3 persen dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 persen dari produksi jagung nasional. Selama ini, lahan pertanian untuk komoditas jagung tidak hanya di areal persawahan saja. Pihaknya juga bekerjasama dengan Perum Perhutani untuk menggunakan sebagian wilayah hutan sebagai lahan jagung. “Panen jagung tidak berhenti di Maret saja. Pada Mei-Juni hingga Oktober diperkirakan masih ada panen Jagung. Target kami, hingga Oktober nanti ada 90 ribu hektare lahan jagung yang bisa dipanen,” jelasnya. (IP)


Simpan sebagai :

Berita terkait :

Komoditas Unggulan

Agenda kegiatan

Kalender Kegiatan

«

Februari 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Galeri Video

Peta Dinas Pertanian