INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 
  •  Menuju Agribisnis Yang Bermartabat 
  •  Grobogan Hebat 
  •  Menuju Indonesia Unggul 

Petani di Grobogan Ikuti Bintek Usaha Peningkatan Mutu Hasil Tembakau

Selasa, 9 Agustus 2016

 

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) usaha peningkatan mutu hasil tembakau di aula Rumah Kedelai Grobogan. Bintek dijadwalkan berlangsung dua hari, 24 – 25 September 2018.
Dalam bintek ini dihadirkan beberapa narasumber. Yakni, Kasi Produksi dan Pemasaran Tanaman Perkebunan Semusim Rekno Wiajayatun, SP, staff Bidang Pekebunan Dinas Pertanian, Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Heru Santoso, SP dan Hery Sukani dari PT Sadhana Arifnusa.

Peserta bintek sebanyak 30 orang yang berasal dari Kelompok Tani Margo Luhur Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Dalam bintek tersebut, peserta mendapatkan blanko pre test dari Heru Santoso guna menguji sejauh mana kompetensi petani mengenai tembakau.

“Kita memberikan pre test di awal bintek dan post test di akhir bintek nanti yang isinya mengenai bagaimana penanganan tanaman tembakau dari mulai pra panen hingga pasca panen,” kata Heru.
Dengan pre test dan post test ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh pengetahuan petani sebelum dan sesudah bintek. Harapanya ada peningkatan pengetahuan petani perihal penanganan tanaman tembakau untuk menghasilkan mutu yang berkualitas.
Para peserta bintek juga diingatkan pentingnya pendampingan petugas teknis dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Dengan adanya pendampingan, diharapkan adanya konsistensi dari petani, sehingga kualitas mutu tetap terjamin.

“Saat ini petugas pendamping perkebunan melakukan pendampingan berupa monitoring dan pembinaan secara berkala kepada kelompok tani”, jelas Rekno Wiajayatun.

Kabupaten Grobogan memiliki luasan tanaman tembakau mencapai 2.541 ha, dengan varietas umumnya yakni tembakau varietas cerupung dan mboja. Hal ini mendorong berbagai perusahaan rokok menjalin kemitraan dengan beberapa kelompok tani tembakau yang ada di Kabupaten Grobogan. Tentunya kemitraan ini harus iikuti dengan mutu dan hasil yang berkualitas.
Sementara itu, Hery Sukani mengingatkan akan pentingnya labelisasi produk tembakau dari petani. Menurutnya, tembakau saat ini tidak hanya dilihat dari fisiknya saja. Tetapi tembakau yang di hasilkan harus terecord dengan baik. Mulai pemilihan varietas hingga penanganan panen dan pasca panen mutu tembakau harus terecord sesuai standart mutu pabrik rokok.
Dalam kesempatan itu, Hery juga memaparkan tentang standart yang di terima di PT. Sadhana Arifnusa. Yakni, tembakau yang dipakai harus bebas plastik dan pestisida. Untuk tembakau yang tidak bisa dipakai yaitu tembakau hijau mati /busuk.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

Komoditas Unggulan

Agenda kegiatan

Kalender Kegiatan

«

Februari 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Galeri Video

Peta Dinas Pertanian