INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 
  •  Menuju Agribisnis Yang Bermartabat 
  •  Grobogan Hebat 
  •  Menuju Indonesia Unggul 

Sambel Mak'e Ndang dari Danyang sampai Sydney

Kamis, 3 Januari 2019

Sambel Mak'e Ndang dari Danyang sampai Sydney

 

Sale pisang, kecap udang dan Sirup Kartika selama ini identik dengan oleh-oleh khas Grobogan. Ketiga produk ini memang sudah dikenal banyak kalangan.

 

Meski demikian, ada satu produk lagi yang tampaknya juga layak dijadikan oleh-oleh. Yakni, sambel kering Mak'e Ndang. Salah satu pelopor pembuatan sambel kering adalah Endang Prihatin (39), warga Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi.

 

Bisnis ini bermula dari kebiasaan ibu dari bu Endang yang selalu membuat sambal kering di rumah. Tak hanya untuk di konsumsi sendiri, tetapi juga dijadikan buah tangan saat bersilaturahmi dengan sanak saudara. Mulai dari itu banyak saudara yang suka pesan untuk dibuatkan sambal tersebut. Hal itu kemudian menjadi inspirasi ibu Endang untuk membuat sambal ini. Seiring berjalannya waktu sambel kering yang dibuatnya laku terjual di sekitar tempat tinggalnya. Selanjutnya, usaha itu mulai ditangani lebih serius.

 

Pada tahap awal, usaha itu hanya punya 1 karyawan dengan produksi sambel kering beberapa kilogram saja. Namun, sekarang ini jumlah karyawannya sudah ada 5 orang. Bertambahnya karyawan juga diiringi dengan naiknya produksi, setiap harinya ibu Endang bisa memproduksi 200 botol sambal. 

 Di mana, saat ini omzet per bulan mencapai Rp 25.000.000.

 

Untuk bahan sambel kering endang mengatakan tidak ada campuran bahan kimia dan bahan pengawet sedikitpun dalam sambel kering buatannya. Keaslian bahan baku itulah yang dia nilai menjadi salah satu penyebab usaha sambel kering buatannya tetap bertahan hingga saat ini.

 

Pembuatan sambal ini dilakukan secara manual. Pertama, cabe segar di keringkan terlebih dahulu. Jika sudah kering, cabe ditumbuk. Bawang merah dijadikan bawang goreng, yang selanjutnya dicampur dengan cabe yang telah ditumbuk dan bahan-bahan lainnya. Dengan pengemasan yang tepat, sambal ini bisa bertahan hingga 8 bulan.

 

Sambal Mak'e Ndang ini terdiri dari enam varian rasa. Mulai dari rasa original, cumi, rebon, teri medan, teri nasi dan udang. Sementara untuk kemasannya tersedia dalam botol plastik dan botol kaca. Sambal ini dibandrol dengan harga  HET 15 ribu untuk ukuran 27 gram, 25 ribu untuk ukuran 40 gram dan 43 ribu untuk ukuran 55 gram. 

“Para pelanggan kami senang karena sambel kering ini punya rasa pedas khas dan alami" kata ibu endang

 

Penjualan sambal ini tidak hanya dalam skala nasional saja lho. Melainkan sudah melalang buana ke mancanegara. Mulai dari Brunei Darussalam, Australia (Sydney), Jepang, Amerika hingga Macau. Untuk pemasaran di luar negeri sambel Mak'e Ndang melalui pelanggan yang  bekerja dan belajar  ke luar negeri, biasanya saat liburan mereka  secara kontinyu akan memborong sambel ini untuk dijadikan stock disana.

 

Pemasaran dilakukan secara online maupun offline. Secara offline dilakukan dengan mengikuti pameran dan bazar. Sambal ini juga dijual di pusat oleh-oleh dan swalayan. Juga melalui kerjasama dengan biro perjalanan haji dan umroh, dimana sambal Mak'e Ndang menjadi salah satu bahan makanan catering jamaah. (Rd)


Simpan sebagai :

Berita terkait :

Komoditas Unggulan

Agenda kegiatan

Kalender Kegiatan

«

Februari 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Galeri Video

Peta Dinas Pertanian