INFO
  •  Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 
  •  Menuju Agribisnis Yang Bermartabat 
  •  Grobogan Hebat 
  •  Menuju Indonesia Unggul 

Budidaya Tanaman Pangan

JAJAR LEGOWO SUPER TINGKATKAN PRODUKSI PADI

JAJAR LEGOWO (JARWO) SUPER MENINGKATKAN PRODUKSI  TANAMAN PADI
Upaya peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dengan perluasan areal tanam ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Strategi peningkatan produksi dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi) serta upaya-upaya peningkatan luas tanam, baik melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) maupun perluasan lahan baku sawah.
Upaya-upaya tersebut masih memungkinkan dengan tersedianya berbagai inovasi dan teknologi hasil-hasil penelitian Balitbangtan yang belum secara optimal diimplementasikan di tingkat petani.
Karena itu harus ada terobosan agar terjadi lompatan produksi. Salah satunya dengan peningkatan produktifitas melalui teknologi Jajar Legowo Super.
Selengkapnya…..
Click here for Jarwo Super
Read more

 
 

TEKNIK BUDIDAYA UBI JALAR

Syarat tumbuh ubi jalar
Ketinggian 500-1000 m dpl, Suhu optimal 250C-270C, Curah hujan 750-1500 mm/tahun, pH tanah 5,5-7,5
Jenis tanah pasir berlempung, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik

PENGGUNAAN VARIETAS UNGGUL
Daya, Borobudur, Prambanan, Muara Takus, Mendut, Kalasan, Cangkuang, Sewu, Cilembu, Sari, Boko, Sukuh, Jago, Kidal, Shiroyutake, Papua Solossa, Papua Pattipi, Nagara KB-1, Sawentar, Beta 1, Beta 2, Kuningan Putih dan Kuningan Merah

BIBIT/STEK

  • Kebutuhan bibit
  • jarak tanam 100 x 25 cm adalah ± 32.000 stek/ha
  • jarak tanam 75 x 30 cm adalah ± 35.555 stek/ha
  • Bibit dari stek Batang/Pucuk
  • diambil dari varietas/klon unggul
  • tanaman telah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan pertumbuhannya sehat dan normal
  • panjang stek 20-25 cm, ruas dan buku-bukunya tidak berakar dan mengalami masa penyimpanan ditempat teduh selama 1-7 hari
  • Bibit dari tunas-tunas ubi
  • ubi dipetik yang cukup tua, sehat dan berukuran 3 telur ayam
  • ubi ditanam pada lahan khusus penunasan dengan jarak 70×30 cm
  • setelah bertunas dan berumur ³ 2 bulan dilakukan pemotongan tanaman (bibit) sama   seperti pada stek batang/pucuk

PENYIAPAN LAHAN
Lahan tegalan

Lahan dibersihkan dari gulma, lalu tanah digemburkan dengan cangkul atau  bajak sambil membenamkan rumput-rumput liar kemudian dikering anginkan selama 1 minggu. Buat guludan-guludan dengan lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.

Lahan Sawah bekas Tanaman Padi
Babat jerami sebatas permukaan tanah, kemudian tanah diolah dengan cangkul atau bajak diluar bidang tumpukan jerami kemudian tanah ditimbun pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan dengan ukuran lebar 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.

PENANAMAN DAN JARAK TANAM

  • Di lahan kering dilakukan pada awal musim hujan (Oktober)
  • Di lahan sawah ditanam setelah padi rendengan (padi gadu), pada awal musim kemarau
  • Sistem tanam secara tunggal (monokultur) dan atau tumpang sari
  • Untuk mendapat ubi besar, stek ditanam miring (60-70 derajat) dengan dua ruas ditanam diguludan, sedangkan untuk mendapatkan ubi kecil, posisi stek dalam tanah ditanam rata, dengan 3-4 ruas stek tanaman didalam guludan dan ujung stek miring ± 600 (bentuk L). Jumlah bibit satu stek per lubang. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Jarak tanam dalam barisan 25-35 cm sedangkan jarak barisan 100-150 cm

PEMBERIAN MULSA
Setelah bibit ditanam, tanah ditutupi dengan mulsa jerami 20 t/ha khususnya di lahan sawah, sedangkan di lahan kering bila jerami tidak ada, dapat ditutup dengan pangkasan pupuk hijau.

PEMUPUKAN
Pupuk Organik
dosis = 15-22 t/ha
pemberian dilakukan pada saat pengolahan tanah (dicampur dengan tanah) atau sekaligus sebagai mulsa
Pupuk Anorganik
dosis : Urea = 100 kg/ha; KCl = 100 kg/ha; SP-36 = 75-100 kg/ha (atau sesuai rekomendasi setempat)
pemberian :  1) 1/3 dosis Urea dan semua SP-36 pada saat pertanaman bibit serta 1/3 dosis KCl
2) pemberian kedua pada saat tanaman berumur 30-45 hari setelah tanam bersamaan dengan pengembalian tanah keprasan kedua sisi guludan.
cara pemberian : buat larikan/lubang tugal 7-10 cm dari kiri kanan lubang tanam, lalu masukan pupuk.

PENYULAMAN
Untuk mengganti tanaman yang mati dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari.

PEMANGKASAN
Dilakukan bila tanaman terlalu rimbun, dilakukan pada sulur-sulur tanaman yang merayap dalam saluran-saluran di sela-sela bedengan.

PENGAIRAN
Dilakukan tiap 10 hari selama pertumbuhan sampai 2 minggu sebelum panen dengan cara dileb selama 15-30 menit kemudian air disalurkan ke saluran pembuangan. Sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari.

PENGENDALIAN GULMA
Yang pertama dilakukan 3 minggu setelah tanam vertikal kedua sisi guludan (dikepras), kemudian tanah keprasan dikembalikan sekaligus untuk menutup pupuk.
Yang kedua dilakukan pada 8 minggu setelah tanam sekaligus melakukan pembumbungan dan pemutusan akar yang tumbuh dipermukaan guludan.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Hama dan penyakit utama yang menyerang ubijalar adalah hama Penggerak Ubijalar; hama Boleng atau Lanas; Tikus; Penyakit Kudis atau Scab; Layu Fusarium; virus; dan penyakit lainnya. Pengendalian tanaman dari OPT dilakukan secara terpadu, sebagai berikut :
Secara kultur teknis, diantaranya mengatur waktu tanam, rotasi tanaman, sanitasi lahan, dan penggunaan varietas yang tahan hama dan penyakit.
Secara fisik dan mekanis, yaitu dengan memotong atau memangkas atau mencabut tanaman yang sakit atau terserang hama dan penyakit cukup berat, kumpulkan dan musnahkan.
Secara kimiawi yaitu dengan menggunakan pestisida secara selektif dan bijaksana.

PANEN
Waktu panen ubijalar didasarkan atas umur tanaman, jenis atau varietas
Ubijalar berumur pendek (genjah) dapat dipanen pada umur 3–3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) dipanen pada umur 4,5–5 bulan
Panen dilakukan dengan cara memangkas batang ubijalar, kemudian menggali guludan dengan cangkul/sekop/luku lalu umbinya diambil dan dikumpulkan ditempat pengumpulan
Diseleksi dan disortasi berdasarkan ukuran umbi dan warna kulit dan disimpan dalam wadah atau goni

PASCA PANEN
Selain dikonsumsi langsung, ubijalar dapat diolah menjadi produk dalam bentuk pati maupun tepung. Pati dibuat dengan mengekstrak umbi yang telah diparut. Sedangkan tepung diperoleh dengan mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur, dan menghancurkan (menepungkan), diayak pada ukuran 80 mesh. Pati dan tepung ubijalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie dan es krim.
Bila hendak disimpan, baiknya diruang bersuhu kamar antara 270C-300C dengan kelembaban udara antara 85%-90%. Disimpan diruang gelap dengan mengikutsertakan tangkai ubi yang agak panjang, atau disimpan didalam pasir dan abu dengan mengangin-anginkan.
Disimpan diruangan khusus atau gudang yang kering, sejuk dan peredaran udaranya baik dengan cara menumpahkan ubi dilantai gudang, kemudian timbun dengan pasir kering atau abu tertutup. Atau disimpan diatas para-para yang ditempatkan didapur yang biasanya terkena asap setiap hari yang berasal dari tungku hal ini dapat menghindarkan dari serangan hama terutama boleng.

Sumber : ePetani

 
 

BUDIDAYA PADI

small_36padi-tua

Di Kabupaten Grobogan  tanaman padi ditanam di sawah baik pengairan teknis maupun tadah hujan yaitu pada awal musim hujan atau MT I (bulan Oktober-November) dan MT II pada bulan Februari-Maret yang meliputi hampir seluruh 19 Kecamatan di Kabupaten Grobogan. Varietas ciherang masih menjadi primadona dikalangan petani Grobogan Karena sifat-sifat : (1) Memiliki potensi hasil yang tinggi (2) Relatih lebih tahan hama penyakit  (3) Lebih disukai oleh pasar (pedagang). Varietas lain Inpari 13, memiliki keunggulan berumur lebih pendek (genjah), lebih tahan serangan hama wereng, dan sebenarnya potensi hasilnya tidak kalah jia dibandingkan dengan ciherang, Untuk menghasilkan hasil maksimal perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

PILIH BENIH VARIETAS UNGGUL :  

Benih yang digunakan adalah benih bermutu dan bersertifikat. Untuk menjamin kualitas benih sebelum disemai dilakukan perlakuan benih (seed treatment). Perlakuan benih bertujuan untuk menyeleksi benih sehingga didapatkan benih yang akan disemai benar-benar berkualitas, memiliki daya tumbuh yang baik, sehat serta bebas hama penyakit bawaan. Proses seleksi benih secara tradisonal dengan ‘merimbang’ dengan  larutan garam dan telur. Benih yang dipakai  yang tenggelam sedangkan yang mengapung untuk pakan  ternak. Teknik ini sudah cukup dikenal dan diterapkan oleh para petani Grobogan

PENYIAPAN LAHAN

Padi ditanam di lahan sawah pada MT I dan atau  MT II. Pengolahan tanah disesuaikan dengan kondisi tanah dan ketersediaan air. Pengolahan tanah bertujuan untuk :

  1. Meratakan tanah untuk digenangi;
  2. Menekan pertumbuhan gulma yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman padi
  3. Membenamkan dan menghancurkan jerami, gulma, dan bahan organik lain
  4. Pengolahan tanah telah menggunakan traktor dilakukan dengan 1 kali pembajakan dan satu kali perataan.

PERSEMAIAN

Sejak dari persemaian harus dipayakan tanaman  dalam keadaan sehat bebas hama penyakit. Persemaian sebaiknya tidak terlalu rapat, dengan luasan 5% dari luasan lahan benih yang digunakan 25 kg/Ha. Pindah tanam dari persemaian ke lahan sebaiknya dilakukan pada saat tanaman masih muda kurang dari 20 hari, ini penting supaya tanaman lebih cepat beradaptasi, pertumbuhan akar dan tunas dapat optimal sehingga tanaman lebih sehat

PENANAMAN 

Pindah tanam harus hati-hati jangan sampai terjadi kerusakan akar supaya pertumbuhan selanjutnya lebih optimal dan sehat. Sebaiknya pindah tanam dilakukan langsung hindari   penyimpanan serta perlakuan yang dapat menyebabkan kerusakan luka atau memar pada bibit.

Sistem Tanam Jajar Legowo

Sistem tanam jajar legowo pada arah barisan tanaman terluar memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus populasi yang lebih tinggi. Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Penerapan sistem tanam legowo sistem tanam legowo 2:1 dan 4:1 menggunakan jarak tanam (25×25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/ lorong atau ditulis (25×12,5×50) cm. Jarak tanam sebaiknya tidak telalu rapat, misalnya  karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit, karena akan berakibat pertumbuhan tanaman kurang optimal akibat tingginya persaingan akar dalam memperoleh unsur hara, kurangnya sinar matahari untuk proses fotosintesapada daun.

Keuntungan Sistem tanam Jajar Legowo sebagai berikut :

  1. Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi, sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman.
  2. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
  3. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.
  4. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).

 PENYIANGAN

Penyiangan tanaman dilakukan bertujuan untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam tanah, membantu tanah tetap gembur dan mengembalikan fungsi gulma agar lebih cepat terdekomposisi sebagai nutrisi bagi tanaman padi.

 PEMUPUKAN

Supaya tanaman padi tumbuh sehat dan memberikan hasil yang optimal seluruh unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman padi harus tercukupi sehingga pemupukan harus dilakukan secara berimbang. Pemupukan yang dilakukan sesuai kebutuhan jangan kurang atau berlebihan karena akan berakibat kurang baik pada tanaman.

Salah satu acuan pemupukan dapat menggunakan Permentan No. 04/OT.140/4/2007 untuk Kab. Grobogan
padi
Waktu pemupukan yang tepat juga harus diperhatikan :
padi2
Untuk pemupukan ke II dan ke III bisa menggunakan acuan Bagan Warna Daun sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
PENGENDALIAN HAMA TERPADU

  1. Identifikasi jenis dan populasi hama penyakit
  2. Memperkirakan tingkat kerusakan/serangannya
  3. Menguasai teknik-teknik pengendaliannya

Apabila populasi hama atau intensitas kerusakan akibat hama atau penyakit dianggap merugikan maka dipergunakan pestisida dari bahan organicyang disesuaikan dengan jenis hama atau jenis penyakit.

 
 

BUDIDAYA JAGUNG

small_97jagungTanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Tanaman jagung yang diusahakan petani biasanya ditanam pada awal musim penghujan (labuhan), marengan dan musim kemarau.

Jenis tanaman jagung yang ditanam oleh petani jagung di Kabupaten Grobogan sebagian besar (98%) menanam jenis jagung hibrida dengan alasan kualitas benih bagus, produktivitas jagung hibrida tinggi dan benih mudah didapat.

Teknik penanaman jagung varietas ini pada dasarnya sama dengan teknik penanaman jagung secara Umumnya. Teknik budidaya tanaman jagung hibrida yang dilakukan petani di Kabupaten Grobogan adalah sebagai berikut :

PENGOLAHAN LAHAN

  1. Pengolahan tanah dilakukan secara minimum tallage.
  2. Membersihkan dari sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu atau dengan herbisida.
  3. Buat parit/saluran drainase dengan kedalaman 10-15 cm. Jika penanaman dilakukan pada musim penghujan perlu dibuat parit/saluran drainase sedalam 20-30 cm dengan lebar 25-30 cm.
  4. Buat bedengan dengan lebar 2 – 3 m

TANAM

Benih jagung hibrida yang dipasar biasanya sudah ditambahkan perlakuan seed treatmen, namun petani di kabupaten Grobogan tetap menambahkan fungisida untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh jamur/fungi atau penyakit bulai.

1. Membuat lubang tanam dengan jarak tanam :

    20 cm x 70 cm (1 tanaman/lubang)

    40 cm x 70 cm (2 tanaman/lubang)

2. Buat lubang tanam dengan menggunakan taju dengan dengan kedalaman ± 5 cm.

3. Masukkan benih yang telah ditreatment kedalam lubang tanam dan tutup dengan tanah atau pupuk kandang. Biasanya petani lebih memilih menutup dengan pupuk organik/kandang. Selain mempermudah ditembus kecambah tanaman jagung yang baru tumbuh juga bermanfaat sebagai pupuk.

4.  Satu minggu setelah tanam dilakukan penyulaman.

PEMUPUKAN BERIMBANG

 Takaran pupuk berimbang yang dianjurkan (per Ha lahan):

 Ekosistem

Ponska Urea

Organik

 Lahan Sawah

Komoditas Unggulan

Agenda kegiatan

Kalender Kegiatan

«

Februari 2020

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Galeri Video

Peta Dinas Pertanian